Teori Perilaku

Pendekatan melalui teori perilaku berasumsi bahwa untuk mengubah perilaku seseorang secara lebih efisien, maka kita harus menitikberatkan pada perilakunya yang dapat diobservasi, bukan pada sikap atau kepercayaannya. Bartlet (1967) berpendapat “lebih mudah mengubah perilaku daripada mengubah sikap! Mengapa melancarkan serangan gencar pada sikap kalau sikap akan mengikuti jika perilaku diubah?”. Sedangkan William dan Long (1975) mengaplikasikan prinsip-prinsip behaviorisme ini dengan mengembangkan program pengelolaan-diri yang meliputi penataan kembali konsekuensi perilaku, sehingga perilaku yang diinginkan dapat diperteguh dengan segera.

Contoh paling nyata  penerapan teori ini adalah institusi-institusi (pendidikan) yang berbau militer. Seseorang yang telah ditempa oleh berbagai aturan disiplin dan kegiatan kemiliteran akan memiliki perilaku tegas, disiplin, strategik dan berpandangan obyektif. Dalam perusahaan pun, peraturan-peraturan sering diterapkan untuk mengubah perilaku karyawan agar sinergis dengan budaya dan nilai-nilai yang diinginkan oleh perusahaan. (BSW)

Advertisements