Blog ini menampilkan spektrum warna-warni komunikasi dari berbagai sudut pandang

Category Archives: Industri/bisnis komunikasi

marcomersIklan Ambient Media dan Pengaruh Modernitas Budaya Komunikasi Dunia Barat

(Ambient Media Advertising and the Influence of Modern Culture of Western Communication)

B. S. Wijaya

Abstrak: Iklan Ambient Media adalah salah satu bentuk komunikasi pemasaran alternatif yang bersifat non-konvensional. Berkembang pertama kali di negara-negara Eropa, iklan ambient media kini telah memikat banyak kreator iklan maupun pengiklan untuk menciptakan iklan-iklan kreatif yang tidak biasa dalam mengomunikasikan pesan-pesan merek produk mereka, tidak terkecuali di Indonesia. Di berbagai ajang lomba periklanan Tanah Air, iklan ambient media selalu mencuri perhatian karena keunikan ide dan ‘ketidakbiasaan’-nya. Sebagai produk modernitas budaya komunikasi Barat yang merupakan rahim kapitalisme, iklan ambient media di Indonesia pun menjadi cermin dari apa yang diasumsikan dalam teori modernisasi bahwa “masyarakat yang kurang maju Continue reading

Advertisements

Kultur Barat dalam Dunia Iklan Indonesia Dipandang dari Sudut Teori Ketergantungan dan Modernisasi

Oleh: B. S. Wijaya

Pada tahun 2005, dunia periklanan Indonesia dikejutkan oleh fenomena pemutusan hubungan kerja besar-besaran di biro iklan multinasional nomor satu yakni Lowe Indonesia. Selama ini masyarakat periklanan dan para praktisi maupun akademisi pemasaran mengenal Lowe Indonesia sebagai agency yang sehat, bereputasi sangat baik, bermodal kuat sebagai agency yang memiliki billing terbesar hingga mendudukkannya sebagai agency nomor satu di Indonesia, dan yang tak kalah penting: sering memenangkan penghargaan kreatif di ajang festival iklan nasional, bahkan kerap menjadi Agency of The Year. Jadi, suatu hal yang muskil jika agency yang awalnya merupakan inhouse agency PT Unilever Indonesia itu tiba-tiba terancam bangkrut hingga mem-PHK karyawan-karyawannya. Terlebih, sebagian besar karyawan yang di-PHK tersebut adalah tenaga-tenaga kreatif. Continue reading


komunikologiseptember2009_001Perkembangan TV Berbayar dan Implikasi Kepemilikan Asing di Indonesia: Studi Kasus Astro TV

(The Development of Pay TV  in Indonesia and the Implications of the Foreign Ownership: the Case of Astro TV)

Oleh: B. S. Wijaya 

DOI: 10.13140/2.1.1258.1929

Abstract: The presence of Astro TV throughout 2006-2008 had contributed significantly to the development of Pay TV in Indonesia, which had previously only be ‘complementary’ of the television industry, or in other words less popular than TV Terrestrial. The ‘brave’ gait of Astro TV, for example by lending decoder that later proved to be able to pick up a lot of customer interest, holds the exclusive rights to broadcast Premier League and creatively produces their own innovative local programs that carries Indonesian values, making Astro TV not only different and successfully penetrates the market rapidly, but also makes Pay TV increasingly popular among the people of Indonesia. Concerns about the implications of foreign ownership which can erode the national values, was apparently not proven. Astro TV as Pay TV that is ‘away from Rating rezime’ of terrestrial TV, it can freely produce local programs that promote national values through Astro Awani. In contrast, the purely local Pay TVs were rarely producing in-house programs with local Indonesian values. Thus, foreign ownership on Astro TV actually didn’t have a negative impact in the context of nationalism, dismissed the logic of foreign ownership that only brings the ideology and foreign interests. Continue reading



%d bloggers like this: