Blog ini menampilkan spektrum warna-warni komunikasi dari berbagai sudut pandang

Category Archives: Komunikasi Pemasaran

Cover EJBMDIMENSIONS OF BRAND IMAGE: A Conceptual Review from the Perspective of Brand Communication

by: B. S. Wijaya

DOI: 10.13140/ejbm.2013.55.65

Abstract: Currently almost all products have the brand, and all companies strive to develop and maintain their brand reputation. Brand is a mark left on the minds and hearts of consumers, which creates a specific sense of meaning and feeling. Thus, brand is more than just a logo, name, symbol, trademark, or label attached to a product. Using theoretical review and reflective method, this conceptual paper aims to review the dimensions of brand image as one stage in the hierarchy of branding or brand communications, so it can be a guide for future studies related to the brand image. Brand image plays an important role in the development of a brand because the brand image associated with the reputation and credibility of the brand which later became the “guidelines” for the consumer audience to try and use a product or service then creating a particular experience that determines whether the consumer will be into brand loyalist, or simply an opportunist Continue reading

Advertisements

Korupsi KomunikasiKorupsi Komunikasi dalam Dimensi Pesan, Media, Konteks dan Perilaku: Sebuah Proposisi Teoretis untuk Riset

(The Corruption of Communications in the Message, Media, Context and Behavioral Dimensions)

 Oleh: B. S. Wijaya

Abstrak: Dalam komunikasi, hak publik atau khalayak adalah menerima pesan yang disampaikan komunikator secara utuh sesuai fakta, baik fakta normatif maupun fakta kontemplatif yang mengacu pada kaidah kebenaran berdasarkan hati nurani dan tanggung jawab moral. Korupsi komunikasi adalah perbuatan atau peristiwa dalam proses komunikasi yang mengurangi hak publik atau khalayak dalam menerima pesan secara utuh dan benar sesuai fakta, baik fakta normatif maupun fakta kontemplatif dengan memanfaatkan kekuasaan, kekuatan atau kewenangan yang dimiliki. Tulisan ini memaparkan dan membahas berbagai dimensi koruptivitas komunikasi, baik dari dimensi pesan, media, konteks dan perilaku yang kerap dijumpai di berbagai lingkup aktivitas komunikasi seperti komunikasi politik, komunikasi pendidikan, komunikasi pemasaran, komunikasi korporat, komunikasi media massa, bahkan dalam lingkup komunikasi antarpribadi. Untuk menggambarkan tinggi-rendahnya tingkat koruptivitas suatu komunikasi, maka penulis menawarkan sebuah rumus Koruptivitas Komunikasi yang terdiri dari unsur-unsur N (communication Needs) plus P (Power) pangkat O (Opportunity) kurang Ar (Audience right) yang dikalikan dengan Cs (Conscience) plus R (moral Responsibility).

Kata Kunci: Korupsi Komunikasi, komunikasi persuasif, komunikasi pencitraan, manajemen kesan (impression management), pencucian kesan (impression laundering)

See the full-text paper here: Korupsi Komunikasi

Cite this article –APA Style– as follow (kutip artikel ini dengan penulisan di daftar pustaka sbb):

Wijaya, B. S. (2013). Korupsi Komunikasi dalam Dimensi Pesan, Media, Konteks, Perilaku: Sebuah Proposisi Teoretis untuk Riset [The Corruption of Communications in the Message, Media, Context and Behavioral Dimensions]. Journal Communication Spectrum, 3 (1): 1-13


Cover SNKIBAnalisis Branderpreneurship pada UKM (Usaha Kecil Menengah) Perawatan Kecantikan: Kasus Salon “Waxing Corner”

(Branderpreneurship Analysis on the Beauty Care’s SME: Case of ‘Waxing Corner’)

Oleh: B. S. Wijaya & M. Hanathasia

DOI: 10.13140/2.1.2192.0805

Abstrak: Kebanyakan wirausahawan selama ini hanya memandang branding sebagai upaya pemborosan dana, bukan sebagai investasi, sehingga aktivitas dan strategi pengembangan merek menjadi prioritas terakhir. Padahal,  merek yang kuat akan memberikan nilai tambah bagi sebuah bisnis. Merek yang kuat juga akan meningkatkan keunggulan kompetitif dan berpotensi memobilisasi pasar lebih cepat. Menggunakan metode studi kasus dengan teknik branderpreneurship framing analysis, tulisan ini menganalisis sebuah usaha kecil di bidang perawatan kecantikan dari perspektif branderpreneurship, yakni kewirausahaan berbasis pengembangan dan komunikasi merek. Continue reading


The Development of Hierarchy of Effects Model in Advertising

by: B. S. Wijaya

DOI: 10.21632/irjbs.5.1.73-85

Abstract: This paper aims to review the hierarchy of effects models in advertising, especially the well-known model, AIDA (Attention, Interest, Desire, and Action). Since its introduction by Lewis (1900) and generally attributed in the marketing and advertising literature by Strong (1925), the concept of AIDA’s hierarchy of effects model has been used by many researchers, both academicians and practitioners to measure the effect of an advertisement. However, the development of information technology has radically changed the way of how people communicate and socialize, as well as a paradigm shift Continue reading


Kajian Produksi Pesan Iklan Ambient Media

(An Examination of the Message Production of Ambient  Media Advertising)

Oleh: B. S. Wijaya

DOI: 10.13140/2.1.3732.1768

Abstract:  This study aims to uncover the knowledge used by creators in producing the message of ambient media ad and compare it with Action Assembly Theory, a message production theory by John Greene who revealed that a message is formed from several knowledges possessed and managed by communicator. By using exploratory-qualitative method through an interpretive approach, the researcher interviewed in depth some subjects or informant namely ambient media ad creators Continue reading


Title: Iklan Ambient Media: Konsep, Strategi Pesan dan Implementasi (AMBIENT MEDIA ADVERTISING: CONCEPT, MESSAGE STRATEGY & IMPLEMENTATION)

Author:  B. S. Wijaya

Publisher:  UB Press

2011

1st Edition

183 pages

Book Paper

Soft Cover

SINOPSIS

Semakin padat dan ramainya pesan-pesan komunikasi pemasaran di media-media konvensional, membuat banyak pengiklan kini mulai melirik cara-cara berkomunikasi  melalui media yang tidak biasa. Salah satunya melalui iklan berbentuk ambient media. Iklan ambient media memiliki ciri khas yaitu mampu menyinergikan pesan dan pengalaman khalayak konsumen, sehingga khalayak dapat langsung ‘merasakan’ kebenaran pesan yang disampaikan. Karena unik,  iklan ambient media juga dapat menimbulkan word-of-mouth dan publisitas yang luas.

Buku ini memaparkan bagaimana perkembangan iklan ambient media, bagaimana para kreator memproduksi pesan iklan ambient media yang unik, dan bagaimana pola komunikasi iklan ambient media.

Selain bermanfaat bagi para praktisi sebagai jendela untuk melihat cara-cara alternatif dan kreatif dalam mengomunikasikan pesan-pesan merek produk, buku ini juga dapat menjadi referensi bagi para akademisi dan peneliti sekaligus menjawab kelangkaan literatur mengenai iklan ambient media.

Dapat dipesan melalui:  tokopedia   atau   Logo_bukalapak


Title:  The Voices of Consumers

Author:  B. S. Wijaya

Publisher: BookSoWow! Publishing

2011

1st edition

150 pages

Book Paper

Soft Cover

 

 

 

 

Why should we listen to the voice of consumers?

It is becoming a major concern of marketers today, especially in the era of fierce competition, in which all brands compete to ‘get’ eyes and hearts of consumers. The only way to win this competition is to be more sensitive in listening to the voices of mind and heart of consumers.

This book contains the articles from a research about Telco’s consumer insights in Indonesia that can inspire you to get fresh understanding and closer to your consumers.



%d bloggers like this: