Blog ini menampilkan spektrum warna-warni komunikasi dari berbagai sudut pandang

Category Archives: Komunikasi Teknologi

AdvancesPolitical Branding, Public Sphere/Space and the Corruption of Communications

by: B. S. Wijaya & Andi Faisal

DOI: 10.2991/iconeg-16.2017.63

Abstract—In the 2014 Indonesia’s presidential election, the frenetic of imaging communications and persuasion fulfilled the public space and sphere, involving not only the campaign teams of each candidate but also broad public participation. Using discursive approach with Habermasian’s public sphere as an analytical tool, this paper examines how political branding, the corruption of communications and the discourse of public sphere/space intersect producing what we call the communication fog. We identified some forms of communication corruption in political branding in the public Continue reading

Advertisements

PERINGATAN (WARNING)

Berhubung beberapa kali saya temukan artikel di blog-blog dan media lain yang mengutip bahkan meng-copy paste artikel-artikel saya yang ada di blog ini, mohon dengan sangat agar JUJUR dan BERTANGGUNGJAWAB dengan mencantumkan nama penulis artikel, judul dan nama  jurnal/ buku/ webblog ini sebagai sumber referensi, pada daftar pustaka Anda atau di endnote/daftar kutipan sebagaimana layaknya standar penulisan ilmiah (akademik). Jika Anda menerbitkannya dalam blog, maka tuliskan dengan jelas sumbernya, tautan blog ini http://www.komunikasiana.com atau langsung ke nama penulis, judul dan jurnal yang tercantum pada artikelnya.

Tindakan mengutip apalagi meng-copy paste tanpa mencantumkan sumber rujukan sangat DIHARAMKAN dalam dunia ilmiah dan termasuk salah satu bentuk KORUPSI KOMUNIKASI.

Terimakasih atas pengertian dan kerjasama Anda.

Selamat berkarya!

(Since I often found articles on several blogs and other media are quoting even copy-pasting my articles from this blog, therefore I implore you to be HONEST and RESPONSIBLE by mentioning the author’s name of article, title and name of the journal / book/ this webblog  as a reference source, in your bibliography or endnotes / citations list as appropriate standards of scientific writing (academic). If you publish it in a blog, then write down clearly the source, this blog link http://www.komunikasiana.com –or directly quoting the author’s name, title and journal name of the article.

Action of citing especially of copy-pasting without including the reference source is extremely FORBIDDEN in the scientific and professional world, and is one form of CORRUPTION OF COMMUNICATION.

Thank you for your understanding and cooperation. )


Is Social MeCOVER JMT1dia Impactful for University’s Brand Image?

by: B. S. Wijaya & D. M. Putri

DOI: 10.12695/jmt.2013.12.3.4

 Abstract: This research aims to verify many opinions and previous studies that stated how powerful of social media in building the image of a brand, also applies for university’s brand image enhancement. Using explanatory survey research, data were collected by giving out questionnaires to samples that were taken randomly from Facebook’s friend list of a private university that located in South Jakarta. The results showed that the most powerful influence occurs on the role of community towards the brand identity and the role of connectivity towards the brand benefits. Another interesting finding of this Continue reading


Berhubung banyaknya comment yang masuk, dan terbatasnya waktu luang saya, dengan ini saya mohon maaf kepada teman-teman yang telah mengirimkan comment namun belum sempat saya jawab.

Saya melihat ada lebih dari seratus comment yang masih ke-pending, menunggu response, sebagian besar berupa pertanyaan-pertanyaan seputar metode penelitian, teori-teori, dan komentar artikel lainya.

Dengan segala keterbatasan saya, saya akan coba menjawab semuanya, tapi tidak bisa sekaligus dalam waktu bersamaan. Karena itu saya minta kesabaran teman-teman.

Kadang pertanyaan yang diajukan sebenarnya sudah ada jawabannya (karena topik dan inti pertanyaannya mirip), baik dalam bentuk artikel di kategori lain dalam blog ini, maupun dalam bentuk jawaban-jawaban penanya lain yang sudah saya posting. Karena itu mohon teman-teman mengecek juga artikel-artikel di kategori lain dan/ atau jawaban-jawaban yang sudah saya berikan untuk penanya lain dalam blog ini.

Atas pengertian dan kerjasamanya, tak lupa saya ucapkan terima kasih. Semoga blog ini bermanfaat dan membantu mencerahkan wawasan kita tentang fenomena dan ilmu komunikasi.

salam hangat,

BSW


Implikasi Perkembangan TI dalam Organisasi dan Koreksi Atas Teori Media Richness

 Oleh: B. S. Wijaya

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat dewasa ini membuat banyak organisasi/perusahaan melakukan tranformasi teknologi informasi maupun budaya perusahaan. Elizabeth Lane Lawley (1994) menyebut penerapan TI dalam organisasi berimplikasi pada perubahan struktur organisasi dari dekonsentrasi (sentralisasi) menjadi desentralisasi, dari vertical menjadi horizontal. Continue reading


‘Dendam’ Marketing

Oleh: B. S. Wijaya, praktisi dan pemerhati Komunikasi Pemasaran, tinggal di Jakarta

 

Apa yang terjadi ketika dua tetangga saling bermusuhan? Apalagi jika keduanya jualan barang yang sama. Tentu akan terjadi persaingan ketat dalam memperebutkan pelanggan. Tidak tanggung-tanggung, kadang mereka harus banting harga serendah-rendahnya karena tidak ingin disalipi oleh sang pesaing. Mereka juga akan saling menyerang, saling membalas, saling melecehkan, bahkan saling menjatuhkan. Continue reading


Tarif Murah Setengah Hati

Oleh: B. S. Wijaya

Minggu-minggu belakangan ini kita disesakkan oleh perang ‘urat syaraf’ tarif antaroperator telepon seluler. Setelah sebuah operator meluncurkan tarif termurah Rp 0,1/ detik, operator lain bergeming dengan meluncurkan tarif Rp 0,01/ detik. Sebelumnya, melalui produknya yang lain, operator tersebut telah meluncurkan tarif Rp 0 atau gratis, tapi konsumen segera tahu kalau ternyata itu adalah bonus dari program lama, bukan murni tarif. Operator tersebut kemudian ‘meralat’-nya dengan menawarkan program bicara yang benar-benar gratis di menit pertama. Namun rupanya, operator tersebut masih tetap merasa ‘gemas’ dengan mencoloknya tarif Rp 0,1 yang ditawarkan pesaingnya, sehingga akhirnya meluncurkan tarif yang lebih berani yakni Rp 0,01/ detik. Continue reading



%d bloggers like this: