Blog ini menampilkan spektrum warna-warni komunikasi dari berbagai sudut pandang

Tag Archives: article

Dancing with the Impropriety of Media: How Indonesian Consumers Think and Behave towards the Unethical and Illogical Online News

by B. S. Wijaya

Abstract: The rise of online media makes us now everyday are bombarded by a number of online news content which are sometimes unethical and illogical. Without considering the adverse effects it causes, the media continue to treat news consumers with inappropriate content. News consumers as if hypnotized to ‘dance’ following the rhythm of that impropriety. How do news consumers, especially in Indonesia, think and behave towards the issue? This paper captures the voices of consumers and reviews their judgements regarding the ethical and logical discourse of the news provided by online media. Continue reading

Advertisements

IMG_20190414_011313Relasi Konsumen dan Merek dalam Dimensi Simbolik, Sosial dan Politik

Oleh: B. S. Wijaya

Abstrak: Oleh Baudrillard (1996), ‘merek’ (‘brand‘) disebut memberi kontribusi bagi masa depan bahasa konsumsi. Kita pun dapat melihat dewasa ini merek menjadi wacana yang mengintrusi hampir segenap sisi kehidupan masyarakat pascamoderen, dan dibahasakan dalam konteks konsumsi secara luas. Hal ini berimplikasi pada konstruksi relasi konsumen dan merek yang bergerak dalam berbagai dimensi pemaknaan yang tidak tunggal. Makalah ini mengkaji secara konseptual bagaimana konstelasi makna relasi konsumen dan merek dalam dimensi simbolik, sosial dan politis. Continue reading


brand activationBrand Activation dan Komunikasi Berasa*

Oleh: B. S. Wijaya**

Mengapa sebuah brand perlu diaktivasi? Apanya yang diaktivasi? Apa sebenarnya makna dari aktivasi itu? Kita dapat menelusurinya melalui perubahan paradigma dari rezim komunikasi linier ke komunikasi sebagai budaya (communication as culture) yang menekankan pada kebermaknaan dan keberagaman resepsi pesan. Selama bertahun-tahun, kita ‘dijajah’ oleh asumsi teori jarum suntik yang menganggap pesan yang kita sampaikan melalui media massa akan diterima sama oleh khalayak konsumen. Artinya, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi massa. Maka iklan pun menjadi senjata andalan, karena dianggap paling efektif dalam menyuntikkan pesan-pesan produk ke syaraf preferensi konsumen.

Continue reading



JGPThe ‘Realness’ Discourse of a Political Leader: A Komunikasi Berasa Perspective

by B. S. Wijaya

DOI: 10.18196/jgp.2016.0031/310-340

Abstract:  This article examines the communication style of the former Governor of Jakarta and presidential candidate during the 2014 Indonesian election, Joko Widodo (known as Jokowi), both as a discourse and communication model that affects trustworthiness and meaningfulness of the audiences toward the conveyed messages.This communication model is called Komunikasi Berasa [‘sensed-communication’ or ‘experientially-meaningful communication’], which synergises the delivery and verification of a message through audiences’ experience towards the meaning of the Continue reading


TSSSynergizing Entrepreneurial Spirit and the Mindset of Branding through Branderpreneurship: Evidences from Indonesia

B. S. Wijaya, Suharyanti, M. Hanathasia & D. Kania

DOI: 10.3923/sscience.2016.129.138

Abstract: This paper examines the current research on the phenomena of Branderpreneurship, a brand development-based entrepreneurship. Using comparative case studies, the authors analyze two SME brands in Indonesia from the lens of the Circle of Values Development as the core of Branderpreneurship. Evidently, the brand that applies the most of elements in the Circle of Values Development is more successful and developing faster. Continue reading


ibmHow the Client Service Department in Local Advertising Agency Manages Relationships with Multinational Client: An Intercultural Business Communication Perspective

Suharyanti, B. S. Wijaya, A. H. Sutawidjaya & Marseila

DOI: 10.3923/ibm.2016.667.675

Abstract: A business institution and individuals who are involved, is often faced with a situation where business partners have the cultural background from different countries. How to manage communications for good business relationship in such situations? This research examines the strategies undertaken by the Client Service Department in an Indonesian local advertising agency in managing business relationships with multinational client from one of Europe countries. Using the case study method by interviewing clients and client service persons as well as observing the situation in the agency’s work environment, researchers found that in building relationships, client service Continue reading


12140547_1021723324546712_3920488040297078775_nMidnight Culture: Ketika Kaum Muda Urban Memperlakukan Malam sebagai Siang

Oleh: B. S. Wijaya*

Sinopsis

Midnight culture atau budaya tengah-malam adalah aktivitas produktif dan konsumtif masyarakat di waktu tengah malam hari yang ditandai perilaku dan gaya hidup begadang atau berjaga tidak tidur hingga menjelang waktu pagi hari. Budaya ini direproduksi oleh media melalui program-program acara yang ‘menghidupkan’ waktu tengah-malam hingga menjelang pagi bahkan siaran 24 jam. Budaya ini juga diafirmasi dan dikomodifikasi oleh merek-merek dengan menawarkan nilai-nilai produk dan layanan yang mendukung kenyamanan konsumen dalam menghabiskan waktu tengah-malam hingga menjelang pagi tersebut. Continue reading



%d bloggers like this: