Blog ini menampilkan spektrum warna-warni komunikasi dari berbagai sudut pandang

Tag Archives: ulasan singkat

Teori Perilaku

Pendekatan melalui teori perilaku berasumsi bahwa untuk mengubah perilaku seseorang secara lebih efisien, maka kita harus menitikberatkan pada perilakunya yang dapat diobservasi, bukan pada sikap atau kepercayaannya. Bartlet (1967) berpendapat “lebih mudah mengubah perilaku daripada mengubah sikap! Mengapa melancarkan serangan gencar pada sikap kalau sikap akan mengikuti jika perilaku diubah?”. Sedangkan William dan Long (1975) mengaplikasikan prinsip-prinsip behaviorisme ini dengan mengembangkan program pengelolaan-diri yang meliputi penataan kembali konsekuensi perilaku, sehingga perilaku yang diinginkan dapat diperteguh dengan segera.

Contoh paling nyata  penerapan teori ini adalah institusi-institusi (pendidikan) yang berbau militer. Seseorang yang telah ditempa oleh berbagai aturan disiplin dan kegiatan kemiliteran akan memiliki perilaku tegas, disiplin, strategik dan berpandangan obyektif. Dalam perusahaan pun, peraturan-peraturan sering diterapkan untuk mengubah perilaku karyawan agar sinergis dengan budaya dan nilai-nilai yang diinginkan oleh perusahaan. (BSW)


Teori Pencapaian Prestasi

Pendekatan teori ini didasari asumsi bahwa perubahan perilaku muncul karena individu ingin berhasil. McClelland (1953) mengemukakan salah satu ciri individu yang memiliki achievement oriented ini adalah mereka menyukai tantangan serta penghargaan atas diri (kepuasan pribadi). Pekerjaan yang terlalu ringan akan membuat enggan dan terlalu berat akan membuat ragu. Mereka mampu mengukur pencapaian prestasi tersebut sehingga mereka mampu mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan penuh semangat. Sehingga, untuk mengubah perilaku karyawan adalah dengan memberikan tugas-tugas menantang dengan target yang cukup rasional, serta menetapkan reward atas keberhasilan mereka.

Contoh untuk teori ini banyak ditemukan pada perusahaan-perusahan marketing atau sales oriented seperti asuransi, property, MLM, dll. Demikian juga di perusahaan service-based oriented yang banyak menggunakan kepuasan pelanggan sebagai alat ukur prestasi karyawan.  Dalam dunia periklanan misalnya.  Ide dan kreativitas merupakan hal yang utama. Tanpa ide dan kreativitas tinggi, bagaimana mungkin bisa menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam strategi komunikasi pemasaran di tengah kompetisi yang semakin ketat dan kejam? Iklan-iklan menarik dan berhasil memikat banyak konsumen serta mampu menaikkan angka penjualan produk juga dihasilkan ole ide dan kreativitas tinggi. Sehingga siapapun dia, tanpa mengenal posisi, yang mampu memberikan ide-ide segar akan memperoleh ‘penghargaan’ khusus. Penghargaan berupa bonus, gaji, posisi dan respek atasan maupun sesama karyawan.

Orang-orang yang kreatif dan selalu memiliki ide segar akan selalu diperhatikan dan dipertahankan, karena merupakan ‘aset langka dan bernilai tinggi’. Apalagi bila hasil karyanya mampu berprestasi di ajang kompetisi kreatif periklanan nasional maupun internasional, atau mendapat pujian dari klien karena sales maupun market share mereka meningkat.Tak heran, banyak orang-orang muda kreatif yang cepat meraih posisi tinggi dan strategis dengan gaji dan fasilitas yang melimpah, mengalahkan senior-seniornya. Dan di dunia periklanan atau komunikasi pemasaran, itu adalah hal yang biasa. (BSW)


Teori Posisi

Pendekatan teori posisi didasari atas suatu premis bahwa perilaku seseorang terutama ditentukan oleh peranan atau posisi yang ia duduki. Suatu peranan merupakan seperangkat perilaku sesorang yang menandai posisinya. Hal tersebut mencakup harapan, standar, norma, atau konsep tentang bagaimana berperilaku dalam suatu posisi social.

Seseorang yang baru diangkat jadi menteri akan mengubah perilakunya sehingga berbeda ketika dia masih menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi. Seseorang yang baru pulang naik haji akan langsung terlihat lebih alim daripada sebelum haji (bahkan mungkin jadi doyan memberi nasihat walau tak diminta). Ketika saya di kantor sebagai karyawan, saya berperilaku sebagaimana layaknya karyawan lain yang sibuk membicarakan gaji, pimpinan, pembagian tugas, karir dan (kadang-kadang) menggoda karyawati yang tampak sexy. Ketika di kelas sebagai mahasiswa, sebagaimana mahasiswa lain sibuk bercanda, berdebat, berbicara teoritis dan serius, serta (kadang-kadang) menilai dosen.

Cocoklah lagu ’Panggung Sandiwara’-nya GodBless mencerminkan teori ini. (BSW)


Teori Pengalaman

Pendekatan teori ini didasari atas premis bahwa orang lebih percaya akan pengalaman mereka sendiri darpada pengalaman orang lain. Dan orang mengubah perilaku mereka dengan menguji kepercayaan mereka atas reaksi mereka terhadap situasi di mana mereka merasakan dorongan emosi yang penting. Mungkin pemeo bahwa “pengalaman adalah guru terbaik” merupakan cermin nyata teori ini. (BSW)


Action Assembly Theory dari John Greene

Sebuah pesan tidak lahir begitu saja, tapi melewati suatu proses tertentu yang –disadari atau tidak disadari oleh pembuatnya—memengaruhi corak pesan tersebut. John Greene dalam teorinya Action Assembly Theory menjelaskan tentang cara seseorang mengorganisasikan pengetahuan dengan pikiran dan menggunakannya untuk membentuk pesan. Continue reading



%d bloggers like this: